Text
Sampek & Engtay
Sampek Engtay karya N. Riantiarno diramu dari sekitar 12 versi dan disadur ke dalam suasana Banten serta Batavia awal abad ke-20. Pertamakali dipentaskan TEATER KOMA di Gedung Kesenian Jakarta, Agustus 1988, selama 18 hari> Sebelum pentas perdana, penulisnya sempat diinterogasi BAKIN ( Badan Intelijen). Saat itu huruf cina, Tari Naga dan Barongsai dilarang diperagakan di muka umum. Dan pada Mei 1989, Sampek Engtay dilarang naik pentas di Medan.
"Mungkin aku lahir terlalu cepat", keluh Engtay. Inilah kisah cinta yang tetap diminati hingga kini. Perjuangan perempuan meraih hak memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum lelaki, berbenturan dengan kekuasaan tak terbantahkan dari orang tua. Kesetiaan lalu berubah jadi kupu2. Sebuah cermin yang bening.
Tidak tersedia versi lain