Text
Nyanyi sunyi seorang bisu
Ditangkap untuk kemudian dibuang dan ditahan di Pulau Buru tentu bukan sebuah impian apalagi cita-cita semua orang. Begitu pula dengan seorang Pramoedya Ananta Toer. Dipisahkan dengan paksa dari istri dan anak ke sebuah pulau yang dikenal sebagai pulau angker, tempat para tahanan politik pemerintah yang berkuasa pada masa itu. Mereka yang dibawa ke Pulau Buru tidak lebih dari orang mati, dipisahkan dari kehidupan. Nyanyi Sunyi Seorang Bisu adalah catatan Pram yang ditulisnya selama berada di Buru. Bukan fiksi seperti mahakaryanya yang lahir selama di Pulau Buru, tapi curahan hatinya yang ingin dikeluarkan. Yang mati tidak harus bisu, begitu tekadnya. Tanpa tahu kesalahan juga kepastian kapan akan dihadapkan pada pengadilan, bagi Pram juga tapol lainnya, berada di Pulau Buru artinya siap dikenang sebagai nama saja. Pram menulis bukan hanya tentang keadaan di Buru, tentang mereka yang bernasib sama dengannya tapi juga menulis untuk anak-anaknya.
Tidak tersedia versi lain