Text
Tatkala Leukimia Meretas Cinta
"Halo, Ibu? Ya, tadi malam saya sudah memeriksa suami Ibu, dan membaca hasil laboratorium ... kemungkinan besar leukemia.
Lemaslah tubuh saya. Luruhlah hati saya. Sesuatu yang selama ini saya cemaskan benar-benar terjadi. Antara percaya dan tidak, antara berharap dan putus asa, antara penyesalan dan kepasrahan.
Inikah skenario Tuhan untukku? Kenapa secepat ini?
Sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat itu, Siti Fadilah Supari dikenal akan kegigihan dan keberaniannya. Tak ada yang mengira di balik itu dia harus menghadapi musibah yang mengguncang kehidupannya. Leukemia yang diderita sang suami membuat Siti Fadilah kembali sebagai perempuan biasa. Perempuan yang peka perasaannya, yang disadarkan bahwa di atas segalanya, yang sebenarnya dia dambakan hanyalah kasih dan cinta.
Di tengah kegelisahan dan dilemanya, antara pengabdian pada negara dan pengabdian pada keluarga, dia mencatat hari-hari penuh air mata dan peluh mendampingi sang suami. Perjuangan, pengorbanan, perang batin, kisah cinta, dan sisi lain dirinya dituangkan dengan sangat personal dan sepenuh hati dalam novelisasi memoar inisebuah pengakuan tulus dan terus terang yang tak banyak diketahui orang.
Ini adalah novel biografis yang tidak biasa ... ungkapan spontan dan jujur dari seorang mantan pejabat negara,
Tidak tersedia versi lain