Sejeneak lolita berhenti mengguratkan pesannya, tanganya bererak menyibak lembaran halaman buku di hadapanya itu.
Tak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu.Pertahananku begitu rapuh akan pesonamu. Potongan-potongan kejadian indah berlompatan, menyesaki benakku dengan imaji dirimu; dari caramu membuat tersipu, tatapan dalam langsung ke arahku, sampai kata-kata manis yang kuingat selalu.