Text
Inikah bahagia?
Cuplikan kata pengantar Dr Harapandi MA :
“Kebahagiaan itu diciptakan, bukan ditunggu. Semakin kuat kita berusaha menjadi orang bahagia, maka semakin dekat kita kepada kebahagiaan tersebut. Sebaliknya semakin malas kita melakukan pendekatan kepada hal-hal yang membahagiakan, maka dapat dipastikan kita akan semakin jauh dari kebahagiaan tersebut.â€
“Kebahagiaan sejati diperoleh dengam membersihkan, memurnikan dan mempertajam akal. Jika akal semakin sempurna, indah dan murni, maka semakin sempurna pula kebahagiaan yang diperoleh. Puncak tertinggi yang dialami akal adalah ma’rifatullah (mengenal Allah), yaitu mengenal Allah dengan sempurna. Capaian seperti ini adalah capaian paling indah dan paling berseri. Tahap puncak inilah yang dimaksud Hamka sebagai kebahagiaan sejati.â€
“Islam menyatakan bahwa kesejahteraan dan kebahagiaan itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula suatu keadaan khayali insani yang hanya dapat dinikmati dalam alam pikiran belaka.
Kesejahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu, yakni keyakinan akan Hak Allah Ta’ala dan penunaian amalah yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.â€
“Buku yang ada di tangan saudara ini sebagai karya Fatma Elly, sangat inspiratif dan memberikan motivasi dalam menggapai dan memahami makna serta hakikat sebuah kebahagiaan.â€
Tidak tersedia versi lain