Text
Di Hari Kelahiran Puisi
Perempuan adalah kota yang sepi, tetapi tidak mati. Ia memiliki banyak persimpangan, mobil tua yang kadang terparkir rapi, tidak jarang pula sembarangan di sudut-sudut jalan. Gedung-gedung yang menjulur tinggi, pemukiman, jalan yang lengang, lampu merah hijau di perempatan, sangat sepi. Namun tidak mati. Dia hanya menunggu seseorang tinggal di dalamnya. Maka jangan heran, jika aku berpesan kepadamu: jangan pernah meninggalkan seorang perempuan dalam kesepian. (Nukilan salah satu cerita pendek di buku "Di Hari Kelahiran Puisi")
Tidak tersedia versi lain