Text
Overthinking Is My Hobby, and I Hate It
Permasalahan, ketakutan, kekhawatiran, adalah hal yang sering kita alami dalam kehidupan kita. Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak muda dan semua orang dari berbagai usia memiliki kekhawatiran akan masa depannya nanti. Namun, seringkali ketakutan dan kekhawatiran membuat kita terlalu larut dalamnya. Fokus dan pikiran kita menjadi terganggu dan kita larut dalam kepada ketakutan dan kekhawatiran.
Seseorang yang sering mengalami memikirkan berlebih atau overthinking akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Hal ini dikarenakan mereka para overthinker tidak siap jika dihadapkan kenyataan yang akan mengecewakan didepannya. Makanya, seringkali overthinker menghabiskan banyak waktu hanya untuk memikirkan kemungkinan terburuk dalam setiap permasalahan yang dialami.
ADVERTISEMENT
Lahir dari fenomena yang terjadi di masyarakat, buku Overthinking is my hobby and I hate it berisikan mengenai suatu ‘hobi’ yang buruk, namun hampir setiap hari dari kita melakukannya. Buku ini berisikan tujuh bab dengan fokus permasalahan yang berbeda-beda.
Sebelum memasuki isi dari buku ini, sebelumnya kita disambut dengan narasi “welcome to the overthinking zone”. Mungkin kita bertanya-tanya mengapa kita justru diajak untuk overthinking. Namun, maksud sebenarnya adalah kita diajak untuk melihat pikiran-pikiran apa saja yang sering menghantui.
Overthinking akan masa depan
Merupakan bab awal dari buku ini. Menyajikan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang menjadi keraguan kita akan masa mendatang. Dalam bab ini, kita diberi sebuah strategi melalui motivasi bagaimana cara memerangi ketakutan kita dengan masa depan yang belum pasti. Bukan hanya itu, bab awal ini juga menjelaskan alasan mengapa kita ‘nyaman’ pada zona ini.
ADVERTISEMENT
Overthinking akan merasa nggak berguna
Bab selanjutnya membahas mengenai hubungan kita dengan orang lain. Pasti pernah dalam hidup kita mengalami masa down yang membuat kita meragukan kemampuan diri sendiri. Tak jarang dari kita menjadi kurang menyadari bahwa perjalanan yang kita tempuh sejauh ini juga bagian dari progres yang dilakukan.
Bab ini juga menyertakan mengenai ekspetasi yang seharusnya memacu kita untuk melangkah ke depan, justru menjatuhkan diri kita. Setiap manusia memang memiliki ekspetasi yang membuatnya berlari untuk mewujudkannya. Namun, tidak jarang ekspetasi yang dimiliki sesuai dengan kenyataan, hingga akhirnya membawa kekecewaan. Padahal, tidak semua ekspetasi harus dipenuhi, karena hidup itu dinamis dan bergerak tidak selalu lurus, sehingga wajar saja dipertengahan jalan kita mengalami kegagalan.
Tidak tersedia versi lain