Text
Reformasi dan Pembangunan Demokrasi
Euforia politik reformasi beranggapan bahwa dengan tumbangnya rezim Soeharto, maka selesailah persoalan-persoalan politik. Nyatanya, jalan masih panjang dan berliku-liku. Era teransisi menuju demokrasi pasca rezim Soeharto menuju kearah stagnasi.
Kendati Memang betul ada pemilu, sistem multi partai, otonomi daerah, tapi demokrasi berkembang ke arah demokrasi prosedural dan bukan demokrasi yang substansial. Oligarkhi politik mewabah ke hampir semua pusat kekuasaan, baik partai politik, kepala daerah, maupun pemimpin lokal lainnya.
Hal yang paling parah adalah semakin menguat dan menyebarnya budaya korupsi yang berkembang biak ke hampir semua aktor politik, baik di birokrasi, partai politik, legislatif, dan kepala daerah. Hal ini di perparah dengan masih belum hilangnya budaya feodalisme dan egosentrisme kelompok dan daerah.
karena itu reformasi harus terus diperjuangkan. melalui kumpulan tulisan yang pernah terbit diberbagai media cetak ini, penulis memberikan catatan kritis dan mencoba memberikan gagasan-gagasan alternatif sesuai dengan zamannya.
Tidak tersedia versi lain