Text
Edensor
novel Edensor ini menceritakan tentang seorang anak bernama Ikal yang tinggal di pelosok Melayu. Karena tersebut menerima warga pribumi yang paling cerdas. Pada novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku kedua.
Maksudnya yakni novel ini lebih banyak menceritakan tentang kehidupan Weh yakni teman dari ayahnya Ikal yang tinggal di perahu. Sebenarnya novel ini merupakan kelanjutan dari novel Laskar Pelangi.
Novel ini bermula Ikal disuruh ayahnya mengantar beras dan knur untuk Weh. Awalnya Ikal takut dengan kondisi Weh yang sudah tua dan penuh luka.
Pada bagian awal novel ini menceritakan kondisi Weh yang sangat tragis terkena penyakit yang tidak diketahui. Berbagai macam pengobatan tidak mempan.
Akhirnya pemuda yang sudah tua itu memutuskan menjadi nelayan dan tinggal di perahu. Karena rasa ingin tahu yang tinggi, Ikal memutuskan menaiki perahu Weh dan menjelajahi lautan. Selama itu, tokoh utama diajari menangkap ikan dengan cara yang mudah.
Di atas perahu, Ikal belajar tentang kedisiplinan dan keberanian dari Weh. Mentalnya benar-benar diuji ketika mengayuh sampan perahu menggunakan tenaga Ikal seorang diri.
Kegagalan itu membuat Ikal diusir oleh Weh. Namun Ikal masih saja mengunjungi lelaki tua yang sering membuat kasihan.
Karena gagal menaklukan perahu, Ikal tidak menyerah untuk belajar. Akhirnya Weh menerima Ikal kembali dan melanjutkan pelayaran untuk mencari ikan hiu di sepanjang Laut Jawa dari utara dan Laut Cina Selatan.
Di atas perahu, lelaki tua itu mengajarkan Ikal tentang membaca arah kompas menggunakan rasi bintang. Setelah berhasil, Ikal akan bercerita tentang Mak Birah yang mengenalkan pada jati dirinya.
Sahabat sekaligus sepupunya yang bernama Arai juga mengajarkan Ikal tentang arti kehidupan yang sebenarnya. Karena Arai sebatang kara maka anak itu tinggal bersama Ikal dan ayahnya. Arai dan Ikal masih berusaha untuk meraih cita-citanya.
Tidak tersedia versi lain