Text
Menikah yes or no ?
Cinta menyapa lewat banyak cara. Lewat perkenalan yang terjadi begitu, saja lewat bantuan teman, atau lewat perjodohan. Bagaimanapun caranya, proses yang melelahkan dan makan waktu ini seakan terobati saat kita mendapatkannya. Seketika itu juga hati dilindungi perasaan tenang. Kebahagiaan, kegembiraan, dan senyuman, menjadi hiasan yang tidak pernah lepas dari wajah. Rasa rindu pun selalu datang menerpa; tak kuat berada jauh darinya dan ingin selalu memandang wajahny. Di masa itu, hidup terasa indah. Akhirnya, perasaan ini mendorong seseorang mengambil keputusan untuk menikah, membina rumah tangga, dan melahirkan keturunan. Beragam rencana lalu disiapkan agar impian dapat terwujud.
Namun, ketika mantap untuk membina rumah tangga, adakalanya lamaran tidak berbalas. Mengapa? Masihkah ini ragu akan hubungan yang sudah terjalin? Mungkinkah ada "orang lain" dibenaknya? Padahal, Anda menginginkan hubungan berlanjut ke arah yang pasti, ke jenjang pernikahan.
Penolakan penolakan bukan berarti ia tidak ingin menikah. Bisa jadi ia belum siap, atau mengalami sindrom pranikah. Bagaimana jalan keluarnya? Lewat buku ini, penulis bermaksud membantu Anda mengatasi sindrom yang biasa muncul saat menikah. Supaya nantinya Anda menjadi lebih yakin dalam mengambil keputusan.
Tidak tersedia versi lain