Text
Balada Si Roy 2
Si Bandel kini ingat rumahnya. Ingat tiang-tiang yang menyangga atapnya. Ingat tanaman segar yang meniupkan hawa sejuk dari halaman. Dan orang-orang yang berlindung di dalamnya.
I am home, mama! teriak batinnya. Oh, betapa dia sudah rindu ingin memeluk dan mencium kening mamanya. Mengantarkan jahitan-jahitan ke para langganannya. dan memijiti pundak mamanya setelah letih menjahit.
Walau pengembaraannya belum usai, Roy akhirnya pulang juga ke rumah. mamanya sudah semakin tua dan sakit-sakitan, sekolahnya telantar dan sebuah kepedihan menunggunya; Dewi Venus menikah dengan lelaki lain.
Roy gelisah lagi. Ia memang sudah di rumah tapi jiwa petualang dalam dadanya semakin berkobar. Lukanya hanya bisa diobati oleh jalanan dan ransel birunya."...kalu kamu tetap ingin pergi, pergilah." Ucap mamanya rela.
Tidak tersedia versi lain